Sahabat Tuhan..., Blog ini dibuat untuk berbagi inspirasi baik melalui Firman Tuhan, Ayat Alkitab, Kisah Nyata, Ilustrasi, Gambar, Foto, Kutipan, Kata-kata bijak, dll. Harapan saya, kasih Tuhan senantiasa menginspirasi setiap kita hari demi hari. Dan biarlah segala kemuliaan hanya bagi Tuhan Yesus Kristus.
All for Jesus Christ
Minggu, 17 November 2013
Rabu, 02 Oktober 2013
Sabtu, 14 September 2013
Ayah, Anak dan Keledai
Ada seorang ayah dan anaknya yang sedang berjalan menarik keledai milik mereka. Mereka berniat untuk menjual keledai ini di kota. Saat awal perjalanan dari rumah menuju kota, sang ayah dan anak berjalan kaki sambil menuntun keledainya. Sampai tak berapa lama, ada orang yang berkata kepada ayah dan anak ini, “Kalian bodoh sekali, kalian berdua menuntun keledai yang seharusnya bisa mengangkut salah satu dari kalian!”
Mendengar orang berkata seperti itu, sang ayah menyuruh sang anak duduk di atas keledai tersebut. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan. Tak lama mereka berjalan, mereka berpapasan dengan satu orang lagi. Orang tersebut tiba-tiba berkata, “Dasar anak tidak berbakti! Orangtua yang sudah tua disuruh berjalan kaki, sementara dia sendiri malah enak-enakan duduk santai di atas keledai!”
Mendengar komentar seperti itu, sang ayah dan anak pun segera berganti posisi. Sekarang sang ayah yang duduk di atas keledai dan sang anak yang berjalan kaki menuntun keledai. Tak berapa lama kemudian, kembali mereka berpapasan dengan orang lain di jalan. Orang tersebut berkomentar, “Dasar orangtua tidak sayang anak! Anak sudah terlihat kelelahan berjalan, bukannya disuruh duduk di atas keledai malah dirinya sendiri yang enak-enakan duduk di atas keledai!”
Pesan moral :
1. Kita tidak dapat mengontrol apa yang dipikirkan orang lain. Juga tidak dapat mengontrol apa yang dikatakan orang lain. Namun kita bisa mengatur sikap kita sendiri. Tidak semua yang dikatakan orang itu 100% benar. Karena manusia hanya bisa melihat sisi luar tanpa bisa melihat sampai ke dalam hati. Hanya Tuhanlah yang sanggup melihat sampai kedalaman hati. Karena itu, dengarkanlah kata hati nuranimu sendiri. Jika yang dikatakan orang lain itu benar, perbaikilah. Tetapi jika apa yang dikatakan orang lain itu tidak benar, maka tidak perlu dirisaukan. Apalagi jika yang berbicara bukan orang yang mengenal kita secara pribadi. Bukankah lebih penting bagaimana Tuhan memandang kita daripada penilaian manusia terhadap kita ? Bukankah Tuhan jauh lebih mengenal kita dari siapapun juga ?
2. Kita tidak mungkin bisa menyenangkan semua orang karena begitu banyaknya perbedaan di antara satu pribadi dan pribadi lainnya. Bagi seseorang mungkin senang, tapi bagi yang lainnya mungkin merasa tidak suka. Jika kita berusaha untuk menyenangkan semua orang, maka itu merupakan awal kegagalan kita. Karena tujuan hidup kita bukan untuk menyenangkan semua orang tetapi untuk menyenangkan sang Pencipta. Ketika Tuhan Yesus melayani di dunia, tidak semua orang menyukaiNya. Ada yang menuduh dia mengusir setan dengan kuasa roh jahat. Ada yang suka memberiiNya pertanyaan untuk menjatuhkanNya. Ada juga yang suka memperhatikan kegiatanNya bersama murid-murid, untuk mencari-cari, siapa tahu saja bisa mempersalahkan Dia di hadapan umat Israel. Namun Tuhan Yesus tidak dipengaruhi dengan perasaan orang-orang yang tidak menyukaiNya. Ia tetap menjalankan perintah Bapa di Surga dan tetap taat hingga mati di atas kayu salib. Siapakah kita ini ? Kalau Guru kita pernah ditolak, dihina, dicela, kita pun pasti akan mengalaminya. Itu bukan hal yang menyedihkan. Justru itulah hal yang menggembirakan karena kita mendapat kesempatan untuk mengambil bagian dari penderitaan yang tidak seharusnya kita tanggung, yakni penderitaan yang bukan karena kesalahan kita. Dan Tuhan selalu menyediakan reward bagi kita saat kita telah melewati satu persatu hal yang seperti itu dengan reaksi yang positif.
3. Pepatah berkata, sejahat-jahatnya seseorang, selalu masih ada orang yang membela. Sebaliknya, sebaik-baiknya seseorang tetap ada orang yang tidak menyukainya. Itulah kenyataan hidup ini. Tanggapan-tanggapan negatif dari orang-orang terhadap apa yang kita lakukan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi kita untuk belajar berbesar hati dan berlapang dada untuk memaafkan. Tanpa hal-hal seperti itu, kita tidak bisa belajar menjadi dewasa. Dan jika hanya karena perkataan manusia, kita kemudian mundur dari Tuhan, bagaimana kita bisa bertumbuh ? Justru sebaliknya kita harus maju dengan sikap yang positif dan tetap konsisten sampai akhirnya semua yang negatif itu lenyap terdorong arus positif.
4. Kerugian dialami sang ayah dan anak karena keledainya mati tenggelam. Dan kerugian akan kita alami pula jika kita terlalu merisaukan perkataan orang. Ingatlah bahwa apapun yang kita perbuat, orang-orang tetap akan membicarakannya secara positif maupun negatif. Jika kita terus memusingkan tanggapan orang, kita tidak akan pernah bisa mengerjakan sesuatu dan menghasilkan sesuatu. Bahkan kita akan kehilangan kesempatan yang berharga, kehilangan waktu, dll.
Keep Smile.
Tetap Semangat.
Tuhan memberkati kita semua.
Sabtu, 07 September 2013
Yesus Hanya Sejauh Doa
Kisah Duka sang Dokter
Kamis, 22 Agustus 2013
Sebungkus Biskuit
Sabtu, 26 Mei 2012
Pelajaran dari Pensil

- "Pertama, ingatlah bahwa kalian hanya bisa menghasilkan tulisan yang indah jika ada sebuah tangan yang menuntun kalian."
- "Kedua, setiap akan dipakai, kalian akan diraut dan dikikir. Ini adalah proses yang sangat menyakitkan. Tapi hanya itulah satu-satunya cara agar kalian bisa selalu tajam, sempurna, dan layak digunakan."
- "Ketiga, jangan takut untuk berbuat salah karena kalian bisa memperbaikinya sekalipun tidak bisa menghapusnya."
- "Keempat, bagian terpenting pensil terletak di dalam diri kalian, yaitu batangan grafit untuk menulis."
- "Kelima, mungkin kalian tidak digunakan untuk menulis di atas kertas melulu, adakalanya di tembok, di kanvas, atau di tempat-tempat lain yang tidak seharusnya. Tetapi, tetaplah setia untuk menggoreskan grafitmu. Karena tugasmu hanyalah menulis, tidak peduli dimanapun kamu akan ditugaskan."
- Pertama, manusia hanya bisa menghasilkan karya yang indah jika manusia tersebut membiarkan Tangan Tuhan mengendalikannya.
- Kedua, manusia akan selalu bertemu dengan berbagai masalah. Tetapi harus diakui bahwa masalah-masalah tersebut membuat manusia bisa makin bertumbuh dan makin sempurna.
- Ketiga, setiap manusia tidak luput dari kesalahan, tetapi setiap manusia juga bisa memperbaiki kesalahan sekalipun tidak mampu untuk menghapusnya.
- Keempat, keindahan manusia justru terletak pada bagian dalamnya, bukan pada sisi luarnya.
- Kelima, adakalanya manusia merasa berada di tempat-tempat yang tidak seharusnya. Tetapi manusia harus tetap setia dengan peran dan tugasnya di tempat-tempat tersebut. Mungkin Sang Pencipta memiliki rencana tersendiri kenapa manusia dibiarkan berada di tempat-tempat yang tidak seharusnya. Adakalanya saat kita berada dalam lembah kekelaman, justru saat itulah kita baru belajar percaya dan menggantungkan setiap harapan kita kepada Tuhan.







