All for Jesus Christ

All for Jesus Christ

Selasa, 10 April 2012

Pilihanmu Menentukan Masa Depanmu

Bacaan : Ulangan 30:19-20


Tuhan menciptakan manusia dengan kehendak bebas, bukan seperti robot. Kita dapat memilih sesuai keinginan kita. Namun setiap pilihan pasti memiliki konsekuensi tersendiri. Dalam hidup ini, banyak pilihan, tetapi sebenarnya hanya ada 2 jalan yakni jalan menuju kehidupan dan jalan menuju kebinasaan (Jalan sempit dan jalan lebar).




Oleh sebab itu, kita perlu cermat dalam memilih agar tidak salah pilih karena pilihan kita menentukan masa depan kita.


Ketika hamba-hamba Abraham dan hamba-hamba Lot berselisih, maka Abraham sebagai Paman Lot memberi kesempatan kepada Lot untuk memilih. Abraham sebagai pihak yang lebih tua sebenarnya bisa saja hanya memerintahkan Lot pergi ke daerah lain tetapi kerendahan hati dan kasihnyalah yang membuat Abraham bisa mengalah dan membiarkan Lot memilih daerah yang dia sukai. (Kejadian 13:2, 5-13)


Menyambut tawaran tersebut, Lot memilih daerah yang dilihatnya paling subur. Pada dasarnya semua orang selalu menginginkan yang terbaik terutama yang tampak sangat menarik dan menjanjikan. Begitu pula Lot. Ia memilih berdasarkan pandangan matanya. Manusia sering menyukai sesuatu hanya dengan melihat kulit luarnya saja, padahal isinya seringkali tidaklah seindah covernya.

Don’t jugde the book by it’s cover” 
Jangan menilai buku dari covernya.

Amsal 14:12 “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.”


Ada banyak cara yang tampaknya baik tapi ternyata menjerumuskan kita pada sikap kompromi akan dosa. Ada komunitas yang kelihatannya baik tetapi justru memberikan pengaruh yang buruk terhadap sifat kita. Pergaulan yang buruk juga bisa membuat seseorang yang tadinya baik menjadi buruk.


I Korintus 15:33 “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.”

Tuhan Yesus mengasihi orang berdosa, tetapi ia tidak kompromi dengan dosa.


Kepada wanita yang kedapatan berzinah, Tuhan Yesus memberi pengampunan tetapi baca Yohanes 8:11 : “… jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang." 


Kasih dan kemurahan Tuhan bukan untuk disalahgunakan apalagi untuk pembenaran diri yang tak kunjung keluar dari kehidupan yang berdosa. Memang Tuhan itu Maha Baik. Seringkali apa yang ditabur tidak langsung dituai sehingga orang sering menganggap apa yang dilakukannya sudah benar walau sesungguhnya tidak demikian.

Daerah yang dipilih Lot sangat subur dan indah… Sangat menjanjikan… Penuh kemudahan sehingga tidak perlu bersusah payah… TETAPI… ternyata kehidupan sosial kota itu… BOBROK… !!! Tidak bermoral… !!! Tidak ada takut akan Tuhan … !!! Bahkan jumlah orang benar di dalamnya tidak mencapai sepuluh orang !!! (Baca: Kejadian 18:23-32 - ingatlah akan tawar menawar Abraham dengan Tuhan saat Tuhan memberitahukan soal penghukuman yang akan ditimpakanNya atas Sodom dan Gomora).


Beberapa dampak dari pilihan LOT


1. Kedua calon menantu tidak takut akan Tuhan. 
Mereka tidak percaya akan pesan malaikat Tuhan. Mungkin mereka tidak merasa bahwa kota itu begitu jahat di mata Tuhan sehingga harus dimusnahkan. Mungkin pula mereka menganggap kejahatan dan kenajisan kota itu adalah hal yang biasa saja karena sudah menjadi gaya hidup mereka pula. Jaman ini banyak orang menganggap korupsi itu biasa saja, berdusta itu sah-sah saja, berzinah itu wajar saja. Toh banyak orang yang melakukannya. Dosa dianggap biasa. Tidak ada lagi perasaan bersalah. Hati nurani tidak lagi berfungsi dengan baik. Kalau dulu saat hati nurani masih berfungsi, melakukan dosa membuat wajah tertunduk malu. Tetapi sekarang, melakukan dosa malah dianggap hebat. Sungguh dunia ini makin edan dan semua serba terbalik. Orang yang benar sering dihakimi. Sementara orang yang salah justru dilindungi dan dibela mati-matian. Seakan di dunia ini tidak ada lagi keadilan.

2. Mengambil keputusan yang salah ketika terdesak.

Ketika Lot dalam keadaan terdesak, sempat mau menyerahkan kedua putrinya untuk dinajiskan. Hal ini dikarenakan pergeseran nilai yang membentuk pola pikir yang tidak lagi mempertahankan norma-norma susila. Mungkin banyak remaja masa kini yang dengan mudahnya menyerahkan diri mereka demi mendapatkan barang-barang mewah, kehidupan yang mapan atau mungkin demi untuk mempertahankan suatu hubungan. Keperawanan dan keperjakaan mungkin sudah dianggap tidak penting lagi. Dan begitu banyak orang yang bertindak sembarangan terhadap pernikahan. Berselingkuh tanpa merasa bersalah. Menikmati menjadi istri simpanan hanya karena ingin hidup mewah.  

3. Segala harta bendanya ludes ketika Sodom dan Gomora dimusnahkan (Kej.19:24-25).
Hal yang perlu kita ingat selalu bahwa kita lahir ke dunia ini tidak membawa apa-apa. Dan suatu saat, ketika kita meninggalkan dunia ini, kita juga tidak akan membawa apa-apa. Kita bisa menjadi orang yang memiliki banyak berkat materi, tetapi jangan pernah terikat kepada materi itu sendiri. Karena sesungguhnya semua itu hanyalah titipan dan kita perlu bertanggung jawab atas semua yang dipercayakan dalam hidup kita.
Saat pemusnahan Sodom dan Gomora, semua harta benda Lot habis ludes. Harta yang ia cari selama bertahun-tahun, yang dia hasilkan dengan berjerih lelah dan menghabiskan banyak waktu. Seketika itu saja hilang. Harta dunia tidak abadi. Karena itu kumpulkanlah bagimu harta di surga. 
4. Istrinya menjadi tiang garam karena menoleh ke belakang. 
Hati istrinya masih terikat pada hartanya. Ia masih tidak rela kehilangan hartanya sehingga ia menoleh ke belakang. Adakah hal-hal yang mengikat kehidupan kita ? Mungkinkah berupa Hobby, atau hiburan seperti Games, Film-film Bioskop, Ramalan Bintang (Ul. 18:10-12,14), Tayangan TV : Sinetron, Infotainment, Kartun, Dunia Maya, atau Bisnis kotor, dan yang terbanyak adalah UANG. Jika apa-apa yang kita lakukan adalah demi uang dan demi uang, maka sadarilah bahwa kita sedang terikat dengan uang. Keterikatan membawa kita pada kondisi yang tidak siap untuk menjadi mempelai Kristus… Memang benar juga kata salah seorang hamba Tuhan, bahwa saingan Tuhan itu hanya satu yang terberat yaitu MAMON !!! Demi uang, orang bisa berbuat apa saja termasuk hal-hal yang mungkin tidak kita duga.

5. Masa depan LOT sangat memprihatinkan. Kedua putrinya menjebak dia dan melakukan dosa perzinahan untuk melanjutkan garis keturunannya (ay. 30-38). Sehingga lahirlah bangsa Moab dan Bani Amon yang kemudian menjadi musuh bangsa Israel.


Pilihan kita menentukan masa depan kita... 
Hari ini kita bisa memilih... Dan kebebasan memilih selamanya adalah milik kita... 
Tetapi dampak dari setiap pilihan tidaklah sama... Karena itu jangan salah pilih... 
Sebab suatu ketika kita akan merasakan dampak dari pilihan kita...
Pilihan yang terbaik tentu merupakan pilihan yang sesuai dengan kehendak dan rencana Tuhan, karena Tuhan tidak pernah salah dan Dia tidak pernah gagal...


Haleluyah... Terpujilah Tuhan Yesus...


Source : Someone

Senin, 09 April 2012

Kura-Kura vs Kelinci

Saat aku kanak-kanak... Sangat sering mendengar Papa mendongeng...
Biasanya itu dilakukan setelah makan siang agar aku dapat tidur dan beristirahat di siang hari....

Salah satu kisah yang paling sering diceritakan Papa adalah..... 
"Lomba Lari Kura-kura vs Kelinci".
Hahaha... walau sudah puluhan kali mendengarnya, aku tetap saja menyukai kisah itu... Mungkin karena kalimat-kalimat Papa disampaikan dengan intonasi yang sangat menarik...

Dan inilah kisah yang aku ceritakan kembali dengan bahasaku sendiri...


Dahulu kala... Di sebuah hutan... Hiduplah seekor kelinci. Bulunya berwarna putih dan gerakannya sangat lincah... Ia dapat berlari kencang hingga tak satupun binatang yang dapat mengejarnya. 
     
Pada suatu hari... sang Kelinci bertemu dengan seekor Kura-kura. Melihat gerakan Kura-kura yang lambat, Kelinci tertawa mengejek, "Hahaha.... Kura-kura, jalanmu lambat sekali... Apa tidak bisa lebih cepat lagi ?"


Kura-kura menghentikan langkahnya dan menatap si Kelinci sambil berkata, "Ah, Kelinci... Kamu jangan meremehkan aku dong... Mentang-mentang larimu cepat..." Sementara itu Kelinci membusungkan dadanya sambil berkata, "Siapa dulu dong... Kelinci... Emang ada hewan yang bisa mengalahkan kecepatanku ?" Ia sangat bangga dengan kemahirannya berlari cepat.


"Ah...., kamu jangan sombong dulu... Di atas langit masih ada langit lho...," kata Kura-kura menasehati.
"Bah..., nasehat basi... Siapa sih lo ? Pake ngajarin gue lagi...," balas si Kelinci, "Kalo ada yang berani lawan aku berlomba lari, panggil aja deh... Palingan kalah juga..."
"Baiklah, biar aku saja yang bertanding denganmu," kata Kura-kura.
"Hah? Kamu? Hahahaha... Pikir dong... Mana bisa kamu ngalahin aku... Jalan aja lambat... Gimana mau lari?" kembali Kelinci tertawa mengejek... Tapi Kura-kura tetap serius ingin berlomba. 


Akhirnya, mereka pun sepakat untuk memulai lomba lari itu. Banyak binatang lain yang turut menyaksikan lomba itu. Mereka sangat penasaran dengan keberanian Kura-kura menantang si Kelinci. Entah apa yang akan terjadi... Kalo si Kelinci menang, tentu ia akan semakin sombong... Tapi bagaimana mungkin Kura-kura yang lambat itu bisa menang ? Ah, rasanya gak mungkin...

Sementara itu..., saat yang mendebarkan di garis start... Aba-aba pun diberikan untuk bersiap-siap...  "Satu... Dua... Tiga... Lariiiiii........"

Waaaaah.... Kelinci larinya cepat sekali.... Hanya sekian detik Kura-kura sudah tertinggal jauh di belakang...  Si Kelinci menoleh sekilas sambil tersenyum melihat Kura-kura yang berjalan pelan... Langkah demi langkah... Tentu saja gak bakalan bisa mendahului Kelinci... Akhirnya, si Kelinci memutuskan untuk beristirahat sejenak di bawah pohon yang rindang karena pikirnya Kura-kura tidak akan pernah bisa mencapai garis finish dengan langkahnya yang lambat itu. "Sampai besokpun gak bakalan sampai deh," katanya. Ia pun duduk di bawah pohon itu menikmati sejuknya angin sepoi-sepoi yang bertiup menerpa tubuhnya. Seketika itu juga ia mulai mengantuk dan akhirnya tertidur pulas. ZzzzzZzzzZzz.....

Sementara itu, Kura-kura terus berusaha dengan penuh semangat untuk mencapai garis finish. Tanpa terasa... ia telah melewati Kelinci yang sedang tidur di bawah pohon. Ia semakin bersemangat dan terus berusaha sekalipun langkahnya masih tergolong sangat lambat. Namun ia tidak putus asa. Terus melangkah dan melangkah lagi... Hingga akhirnya... Tinggal beberapa langkah lagi... Ia akan mencapai garis finish... 

Binatang-binatang hutan lainnya mulai bersorak untuk memberi semangat kepada Kura-kura itu. Dan suara-suara mereka itu telah membangunkan Kelinci dari tidur nyenyaknya. "Ups..," alangkah kagetnya Kelinci melihat Kura-kura sudah hampir mencapai garis finish. Secepat kilat ia mengejarnya... Namun sayang... semuanya sudah terlambat... Kura-kura berhasil tiba di garis finish terlebih dahulu dan dialah pemenangnya. Alangkah malunya si Kelinci... Ia sungguh tidak menyangka bahwa hari ini dia harus dikalahkan oleh seekor Kura-kura. Bukankah ia pelari cepat yang tak terkalahkan ? Bagaimana mungkin seekor Kura-kura mengalahkan seekor Kelinci dalam hal berlari ? Oooooh, ini tidak mungkin... Tapi inilah kenyataannya.



Semua warga hutan bersorak gembira dengan kemenangan si Kura-kura. Tetapi apa yang dikatakan Kura-kura ? "Sudahlah... Cukup sorak-sorainya... Sesungguhnya Kelinci tetap pelari tercepat... Bukan aku... Namun hari ini, ia telah dikalahkan oleh kesombongannya sendiri... Jadi bukan aku yang mengalahkannya," kata Kura-kura bijak. Sementara Kelinci tertunduk malu tanpa dapat berkata apa-apa.


"Nah, Kelinci, pelajaran apa yang kamu dapat hari ini ?" tanya Kura-kura.
"Maafkan, aku, teman-teman... Selama ini aku selalu berkata sombong karena merasa diriku paling hebat berlari... Hari ini aku telah belajar tentang kerendahan hati. Sesungguhnya kesombongan itu adalah awal dari kejatuhan," kata Kelinci yang akhirnya menyadari akan kesalahannya. -- The End --


Pesan Moral :

  • Jangan sombong ketika sedang berhasil dan berada di puncak. Tidak ada tahta dan harta yang abadi. Hidup bagai perputaran roda pedati... Kadang di atas, kadang di bawah... Sikap kitalah yang menunjukkan siapa diri kita, bukan keadaan kita.
  • Jangan putus asa jika memiliki kekurangan, tapi berjuanglah terus hingga berhasil mengatasi kekuranganmu itu. Tuhan pasti menolong orang yang mau berusaha dengan niat yang tulus dan benar di hadapanNya.
Kisah yang sarat dengan pesan moral ini aku ceritakan kembali... untuk mengenang almarhum Papa yang telah 2 tahun meninggalkan kami semua... Bersyukur karena semasa hidupnya Papa sudah menerima Tuhan Yesus dan kami percaya saat ini beliau sudah berada di surga...

Dan puisi ini kutulis sehari setelah Papa meninggal dunia... 

Jalan kehidupan yang panjang...
Tak selamanya bertaburan bunga kebahagiaan...
Terkadang kabut dan awan tebal menutupi sinar mentari...
Rinai hujan pun tepiskan sepi.......
Namun Tuhan selalu setia....
Mewarnai langit dengan pelangi....
Memberi sejahtera di hati....
Hingga mampu tetap melangkah pasti...
Menapaki esok hari...

Sabtu, 17 Maret 2012

Sebuah Renungan tentang WAKTU


 


Mengapa kita harus mempergunakan waktu dengan baik ?

   1.  Karena hidup ini singkat  
"Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi." (Mazmur 103:15-16)
Kita tidak tahu kapan hidup ini akan berakhir (Yakobus 4:14b). Tetapi kita tahu bahwa semua orang suatu saat pasti akan meninggal dunia. Maut dapat datang kapan saja. Tak pernah dapat diprediksi sebelumnya karena semua itu bisa berlangsung sangat tiba-tiba. Pernahkah terlintas dalam pikiran kita untuk mempersiapkan diri kita menghadapi maut ? Bagaimana dengan mereka yang masih muda ? Mungkin tidak pernah terlintas dalam benak mereka tentang kematian. Dan mungkin pula mereka akan berkata : “Aku masih muda. Biarlah aku bersenang-senang dulu. Bukankah aku harus menikmati masa mudaku ? Nanti kalau sudah tua barulah aku bertobat.” Padahal kenikmatan dunia akan membawa kita pada dosa sementara kita tidak tahu, kapan hidup kita akan berakhir. Mungkin bulan depan, besok, atau 1 jam mendatang. Setiap orang pasti akan mengalami kematian. Kematian tidak hanya dialami oleh orang-orang tua karena maut tidak memandang umur. Kecelakaan-kecelakaan yang terjadi menelan korban dari berbagai kalangan dan usia. Bencana alam menyapu korban tanpa pandang bulu. Entah itu kawula muda, orang tua, wanita hamil, anak-anak bahkan bayi sekalipun. Yang menjadi masalah, bagaimanakah jika saudara meninggal sebelum sempat bertobat ? Maka tempat saudara adalah neraka.   
Percaya Yesus dan dibaptis adalah langkah awal dalam memperoleh keselamatan. Namun keselamatan itu harus dikerjakan dan nama saudara bisa saja dihapus dari kitab kehidupan di sorga jika saudara tidak hidup dalam kebenaran. Jadi sekali saudara percaya kepada Yesus, jangan tanggung-tanggung. Jangan setengah-setengah. Jangan mendua hati. Jadilah orang Kristen yang sungguh-sungguh, bukan Kristen duniawi, bukan Kristen KTP yakni kekristenan yang hanya tertera dalam KTP, tapi hidupnya jauh dari karakter Kristus.

     2. Karena waktu yang berlalu tidak dapat kembali lagi (Pengkhotbah 3:1-2)

Untuk segala sesuatu ada waktunya. Kalau saudara seorang pelajar atau mahasiswa, pergunakan waktu untuk menuntut ilmu. Jangan sia-siakan pendidikan yang saudara jalani saat ini. Tidak semua orang bisa mengecap pendidikan di bangku sekolah. Saudara harus bersyukur atas kesempatan itu. Dengan menjalani pendidikan, kita belajar dan beroleh ilmu pengetahuan sehingga kita mengerti banyak hal dan kita bisa mengerjakan apa yang telah kita pelajari. Saudara yang sudah dewasa tentu tidak dapat kembali menjalani pendidikan di Sekolah Dasar. Oleh sebab itu jangan biarkan kesempatan yang ada sekarang berlalu begitu saja karena kesempatan itu tidak akan kembali lagi. 


Jangan membuang waktu untuk hal-hal yang tidak berguna. Selesaikan semua tugas dan pekerjaan tanpa menunda-nunda. Begitu banyak orang yang terikat oleh permainan game online hingga waktu yang ada terbuang begitu saja. Awalnya menjadi hiburan, namun akhirnya... tanpa disadari kita telah di bawah pengaruh perbudakan karena seringkali tidak sanggup melepaskan diri dari permainan itu. Begitu pula dengan tayangan sinetron yang seakan menciptakan suatu ketergantungan. Karena itu, kuasailah diri kita agar tidak terjebak ke dalamnya. 

Ingatlah selalu bahwa waktu tidak akan pernah kembali. Masa lalu tidak dapat diperbaiki sekalipun kita mau menukarnya dengan sejumlah harta. Karena setiap detik yang sudah berlalu tak dapat dibeli dengan apapun juga. Sering kali kita menyesali kelalaian dan kemalasan kita di masa lalu sehingga kita harus menanggung akibatnya di masa kini. Misalnya : Malas beribadah sehingga kita  kehilangan berkat-berkat rohani. Malas sekolah sehingga tidak lulus sekolah. Malas bekerja sehingga tidak punya penghasilan. Malas berusaha sehingga hidup kita tidak ada peningkatan. Atau saat dimana kita dapat meraih prestasi-prestasi gemilang, kita lewatkan begitu saja dengan asal-asalan dan perjuangan yang kurang maksimal.  Karena itu, hargailah setiap waktu yang Tuhan berikan kepada kita. Ambillah keputusan-keputusan yang benar dalam hidupmu. Karena pilihanmu menentukan masa depanmu !!!

   3.    Agar kita terhindar dari kejahatan (ay.16 - ...karena hari-hari ini adalah jahat)
Firman Tuhan dalam 1 Yohanes 5:19 berkata bahwa seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat. Dunia memang penuh dengan kejahatan. Dimanapun kita berada, perlu waspada dan berjaga-jaga, agar kita tidak jatuh ke dalam jebakan si jahat. Contoh : Raja Daud jatuh dalam dosa perzinahan justru ketika ia sedang santai dan tidak ikut berperang (2 Samuel 11:1-2). 
Sebuah pesan yang mungkin pernah kita dengar berbunyi demikian : "Waspadalah...! Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat dari pelakunya tetapi karena ada  kesempatan. Waspadalah ! Waspadalah !" (kata Bang Napi). Pesan ini mengingatkan kita bahwa mungkin seseorang tidak berniat melakukan dosa namun karena ada kesempatan-kesempatan di luar pengawasan mata sesamanya, jatuhlah ia ke dalam dosa. Karena itu berjaga-jagalah senantiasa dan janganlah menganggap diri kuat karena awal kejatuhan adalah kesombongan. Dan jika kita yang sudah mengenal kebenaran jatuh dalam dosa, maka akan berlaku hukum tabur tuai. Sekalipun kita kemudian bertobat dan menerima pengampunan dari Tuhan, namun akibatnya akan kita alami kemudian dan kita harus menjalaninya karena Tuhan kita adalah Tuhan yang adil. Oleh sebab itu, jauh lebih baik jika kita menjaga langkah kita sekarang agar tidak jatuh dalam dosa daripada mesti menanggung akibat dari dosa itu.
Mari kita belajar hidup dalam kebenaran. Setiap waktu yang kita jalani, pergunakan dengan baik dan berjalanlah di dalam kebenaran. Hidup kudus bukanlah hal yang mustahil. Saudara bisa hidup kudus kalau saudara mengijinkan Firman Tuhan membersihkan saudara dan membiarkan Roh Kudus yang memimpin kehidupan saudara. Berserahlah sepenuhnya kepada Roh Kudus dan taatilah FirmanNya. Namun sering kali seseorang tidak mau taat dan hanya mengikuti keinginan diri sendiri padahal keinginan itu mungkin saja membawanya kepada dosa. Itulah sebabnya banyak orang tidak dapat hidup dalam kekudusan. Karena mereka memilih untuk kompromi dengan dosa.

   4.    Agar kita beroleh hati yang bijaksana 
"Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana." (Mazmur 90:12). 
Bagi kita yang telah diselamatkan dan ditebus oleh Yesus Kristus,  kehidupan kita bukan milik kita lagi, melainkan milik Tuhan. Karena itu, kita tidak seharusnya menghabiskan seluruh waktu kita hanya untuk kepentingan pribadi diri kita sendiri. Jadilah saksi Tuhan. Bekerjalah di ladang Tuhan dengan karunia yang telah dipercayakan kepada kita. Pergunakanlah waktu untuk mengembangkan talenta yang Tuhan berikan bagi kemuliaan namaNya. Karena suatu ketika kita harus memberi pertanggungjawaban di hadapan Tuhan mengenai hal itu. 

"Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua." (1 Timotius 4:14)

Tunaikanlah tugas pelayanan yang dipercayakan kepada Saudara dengan penuh rasa tanggung jawab. Milikilah hubungan yang intim dengan Tuhan dalam doa. Beri waktu untuk merenungkan FirmanNya. Dan kita akan merasakan hari-hari yang kita lalui bersama Tuhan akan lebih berarti dan berdampak. Kalaupun saudara belum mendapat tugas pelayanan di gereja, masih banyak hal yang bisa dikerjakan seperti berdoa syafaat, bersaksi, mengajak teman ke gereja, mendoakan orang sakit di rumah sakit, menulis lagu rohani, dll. Semua itu juga termasuk pelayanan. Jadi setiap kita dipanggil bukan hanya untuk melayani di gereja atau di atas mimbar saja tetapi terlebih lagi untuk memberitakan injil sesuai dengan amanat Agung dalam Matius 28:19-20. n
Source : Someone 

Jumat, 16 Maret 2012

Waktu


Untuk mengetahui nilai satu tahun,
tanyakanlah kepada siswa yang gagal ujian akhir

Untuk mengetahui nilai satu bulan,
tanyakanlah kepada ibu yang melahirkan bayi prematur

Untuk mengetahui nilai satu minggu,
tanyakanlah kepada seorang editor surat kabar mingguan

Untuk mengetahui nilai satu jam,
tanyakanlah kepada seorang yang sedang menanti kedatangan kekasihnya

Untuk mengetahui nilai satu menit,
tanyakanlah kepada seorang yang baru saja ketinggalan bus, kereta atau pesawat

Untuk mengetahui nilai satu detik,
tanyakanlah kepada seorang yang selamat dari kecelakaan

Untuk mengetahui nilai satu milidetik,
tanyakanlah kepada atlit yang meraih medali perak di Olimpiade



Pergunakanlah waktu dengan sebaik-baiknya
Pergunakanlah waktu untuk hal-hal positif dan bermanfaat
Karena waktu yang berlalu tidak akan pernah kembali lagi...

Efesus 5:16
"dan pergunakanlah waktu yang ada,
karena hari-hari ini adalah jahat."

Kamis, 15 Maret 2012

HIKMAT



Bacaan : I Raja-Raja 3:16-22 

Dari kisah dalam bacaan di atas, tampaknya kedua ibu yang memperebutkan bayi itu sama-sama benar. Tapi kenyataannya, salah seorang dari mereka telah berdusta. Untuk mengungkapkannya, diperlukan suatu ujian. Dan alat untuk menguji kebenaran itu adalah pedang. 

Pedang adalah lambang Firman Allah. Pedang ini akan dipakai untuk membelah dua bayi itu. Hal ini berbicara tentang pemisahan antara yang benar dan yang tidak benar. Demikianlah Raja Salomo mengadili dengan hikmat Allah. Ia tidak bersandar pada cerita belaka yang bisa mengakibatkan ia berpihak kepada salah seorang ibu. 

Lalu bagaimanakah ia bisa tahu bahwa ibu yang asli adalah ibu yang merelakan bayi itu diambil seterunya agar tidak dibelah dua ? Jawabannya adalah dengan melihat kasih (buah roh) pada ibu itu. Sekalipun ibu itu mengalah dan merelakan anaknya diambil oleh seterunya, tidak akan mengubah kenyataan bahwa dialah ibu yang sesungguhnya. Ia mengalah bukan karena ia bersalah tetapi karena ia mengasihi anaknya dan tak ingin anaknya dibelah dua. Kasih inilah yang membuktikan bahwa ia adalah ibu yang asli. Sedangkan ibu yang lain tidak mau mengalah bahkan setuju agar anak itu dibelah dua dengan tujuan agar ibu yang asli mengalah dan mau memberikan anak itu kepadanya. Namun pada akhirnya, ibu yang asli pun menerima anaknya kembali.

Dalam kehidupan kita, terkadang kita harus mengalah. Tapi mengalah itu bukan berarti kalah atau bersalah. Ketika Yesus didera dan difitnah, Ia tidak berusaha mencari pembelaan atas dirinya. Itu sebabnya Ia dilambangkan dengan seekor domba yang kelu yang dibawa ke pembantaian. Yesus menjalani semua penderitaan karena Ia mengasihi kita. Tetapi orang-orang yang menghukum Dia tidak mengerti. Mereka menganggap bahwa Yesus memang bersalah dan pantas dihukum apalagi melihat Yesus tidak melakukan perlawanan apa-apa. Padahal sesungguhnya Ia tidak bersalah.

Sebagai muridNya, kita perlu meneladani Kristus. Ada saat-saat di mana kita tidak dapat membela diri kita sendiri karena mungkin tidak seorang pun yang akan mempercayai perkataan kita. Namun walau tidak seorang pun yang bangkit membela kita, selama kita benar di hadapan Tuhan, maka Tuhan adalah pembela bagi kita dan akan memunculkan kebenaran kita seperti terang. (Mazmur 37:6). 

Hikmat Allah atau hikmat dari atas (sorga) sangat berbeda dengan hikmat dunia. 

Bagaimana ciri-ciri hikmat yang dari atas itu ? Yakobus 3:17
"Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik."

Apakah faedah dari perolehan hikmat ?
  1. Agar kita mengerti tentang kebenaran, keadilan dan kejujuran, bahkan setiap jalan yang baik (Amsal 2:9)
  2. Supaya kita terlepas dari jalan yang jahat dari orang yang mengucapkan tipu muslihat (Amsal 2:12-15)
  3. Untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna (Kolose 1:9b-10)
Berkat apa yang kita peroleh dari hikmat ?
Kebahagiaan, umur panjang, kekayaan dan kehormatan (Amsal 3:13-16). 

Sudah terbukti dalam I Raja-Raja 3:13-14 bahwa Tuhan menambahkan semuanya itu kepada 
Salomo sekalipun ia tidak memintanya.

Lalu bagaimana memperoleh hikmat ?
  1. Mintalah dari Tuhan (Yakobus 1:5) seperti yang dilakukan Salomo dalam doanya, karena Tuhan adalah Sumber Hikmat (Amsal 2:6) 
  2. Melalui belajar Kitab suci (2 Timotius 3:15)
  3. Hidup takut akan Tuhan (Amsal 9:10a). 
Maksud dari hidup takut akan Tuhan dalam Amsal 8:13 adalah membenci :
- kejahatan
- kesombongan, kecongkakan
- tingkah laku yang jahat
- mulut penuh tipu muslihat

Tetapi berkat kepandaian, kekayaan, dan kehormatan sering kali menjerumuskan manusia kepada kesombongan dan hal yang tidak benar. Bacaan I Raja-Raja 11:1-13 memaparkan Salomo kemudian jatuh dalam dosa penyembahan berhala. Hatinya mulai menyimpang dari Tuhan karena berpaut pada istri-istrinya (700 org) dan gundik-gundiknya (300 org) padahal kebanyakan dari mereka adalah penyembah berhala. Itulah sebabnya pada akhirnya Salomo menuliskan dalam kitab pengkhotbah bahwa segala sesuatu adalah sia-sia. Ya, segala sesuatu bisa menjadi sia-sia jika kita beranjak keluar dari kebenaran.

Karena itu, jadilah orang-orang bijaksana dan berhikmat yang tetap mengandalkan Tuhan dan memiliki kerendahan hati.

Source : Someone.

Keterbatasan


Untuk sukses, kita juga bisa belajar dari alam. Menurut para ilmuwan, tubuh si tawon besar terlalu berat dan rentang sayapnya terlalu kecil. Secara aerodinamika, tawon besar ini mestinya tak bisa terbang. Tapi si tawon ini tak tahu tentang hal ini dan terus terbang.




Sering kali terjadi, kita terus berusaha tanpa tahu keterbatasan kita, yang lalu membuat kita kaget sendiri dengan apa yang kita capai. Jika menoleh ke belakang, kita sering bertanya-tanya, “kok kita bisa ?”. Satu-satunya keterbatasan yang dimiliki adalah keterbatasan yang dibebankan kepada diri sendiri. Jangan membiarkan apapun termasuk pendidikan untuk membatasi Anda.


Ingat, contoh ...

Henry Ford. Dia baru masuk sekolah ketika umurnya 14 tahun. 
Bill Gate kuliah hanya sampai tingkat 3.


Dalam sejarah dunia, masih banyak contoh orang-orang yang sukses walau punya keterbatasan. Mereka sukses bukan karena tak punya masalah. Tapi justru karena masalah dan mereka menggunakannya sebagai batu loncatan.



Beberapa musik terbaik, digubah oleh Beethoven. 

Apa masalahnya ? Dia TULI.


Beberapa puisi terbaik tentang alam, ditulis oleh Milton. 
Apa masalahnya ? Dia BUTA.

Salah satu pemimpin terbesar dunia adalah 
Presiden Amerika : Franklin D. Roosevelt. 
Apa masalahnya ? 
Dia menjalankan pemerintahan dari kursi roda.


Source : Aura, 1 Maret 2005

Kepompong Kupu-kupu

Seseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Orang itu duduk dan mengamati dalam beberapa jam ketika kupu-kupu itu berjuang memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya kupu-kupu itu telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya, dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu itu keluar dengan mudahnya. Namun, kupu-kupu itu mempunyai tubuh gembung dan kecil serta sayap-sayapnya mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuh kupu-kupu itu, yang mungkin akan berkembang.

Namun semuanya tidak akan pernah terjadi. Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Kupu-kupu itu tidak pernah bisa terbang.

Yang tidak dimengerti oleh orang yang melakukan kebaikan tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari kupu-kupu itu masuk ke dalam sayap-sayapnya sedemikian rupa sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut. Kadang-kadang perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak pernah dapat terbang.



Saya mohon Kekuatan....
Dan Tuhan memberi saya kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat.

Saya memohon Kebijakan.... 
Dan Tuhan memberi saya persoalan untuk diselesaikan.

Saya memohon Kemakmuran.... 
Dan Tuhan memberi saya Otak dan Tenaga untuk bekerja.

Saya memohon Keteguhan hati.... 
Dan Tuhan memberi saya Bahaya untuk diatasi.

Saya memohon Cinta.... 
Dan Tuhan memberi saya orang-orang bermasalah untuk ditolong.

Saya memohon Kemurahan/Kebaikan hati.... 
Dan Tuhan memberi saya kesempatan.

Saya tidak memperoleh yang saya inginkan.... 
Namun saya mendapatkan segala yang saya butuhkan.