All for Jesus Christ

All for Jesus Christ

Rabu, 25 Januari 2012

Nasib Baik atau Nasib Buruk ?

Dahulu kala, ada seorang petani miskin memiliki seekor kuda putih yang sangat cantik dan gagah. Suatu hari, seorang saudagar kaya ingin membeli kuda itu dan menawarkan harga yang sangat tinggi. Sayang si petani miskin itu tidak menjualnya. Teman-temannya menyayangkan dan mengejek dia karena tidak menjual kudanya itu. 



Keesokan harinya, kuda itu hilang dari kandangnya. Maka teman-temannya berkata, "Waduh! Sungguh jelek nasibmu, padahal kalau kemarin kamu jual, kamu sudah jadi orang kaya lho. Sekarang kudamu sudah hilang." Si petani miskin hanya diam saja.
Beberapa hari kemudian, kuda si petani kembali bersama 5 ekor kuda lainnya. Lalu teman-temannya berkata, "Wah beruntung sekali nasibmu! Ternyata kudamu membawa keberuntungan ya.." Si petani hanya diam saja.

Beberapa hari kemudian, anak si petani yang sedang melatih kuda-kuda baru mereka terjatuh dan kakinya patah. Teman-temannya berkata, "Ah, rupanya kuda-kuda itu membawa sial. Lihat tuh, sekarang kaki anakmu patah!" Si petani tetap diam tanpa komentar.

Seminggu kemudian, terjadi peperangan di wilayah itu. Semua anak muda di desa dipaksa untuk berperang, kecuali si anak petani karena dia belum bisa berjalan. Teman-temannya mendatangi si petani sambil menangis, "Beruntung sekali nasibmu karena anakmu tidak ikut berperang. Anak-anak kami harus ikut perang."

Si petani kemudian berkomentar, "Sebaiknya kita tidak terlalu cepat membuat kesimpulan dengan mengatakan nasib baik atau jelek. Semuanya adalah suatu rangkaian proses. Syukuri dan terima keadaan yang terjadi saat ini. Apa yang kelihatan baik hari ini, belum tentu baik untuk hari esok. Apa yang buruk hari ini, belum tentu buruk untuk hari esok. Jadilah bijaksana hari ini!"

Minggu, 01 Januari 2012

Renungan Akhir Tahun 2011


Saat-saat menjelang pergantian tahun...

Adakah yang Saudara sesali ?
Jangan sesali apa yang sudah berlalu...
Hidup terlalu singkat untuk diisi dengan penyesalan...
Karena tidak ada hal yang perlu disesali selain dosa yang pernah diperbuat...
Bahkan penyesalanpun tak ada artinya jika tidak ada langkah pertobatan...
Menata diri lebih baik untuk tahun depan adalah kemajuan terbesar yang dapat kita usahakan. 
Dan semua itu hanya dapat terjadi jika kita berani mengevaluasi diri sendiri...
Cukuplah sudah kebiasaan mencari kambing hitam serta bermain dibalik alasan2 yang kita buat untuk pembenaran diri...
Kita perlu jujur pada diri sendiri sebelum kita mampu jujur pada orang lain...
Apakah yang telah kita perbuat sepanjang tahun ini ?
Mari renungkan sejenak... Baik atau buruk... Terimalah kenyataan itu....
Jika baik, ditingkatkan... Jika buruk, mari kita ubah...
Yang menjadi masalah... Seringkali orang menganggap apa yang diperbuatnya sudah baik... Namun tidak demikian dalam pandangan orang lain... Karena itu kita tidak dapat menghindar dari kenyataan ini... Bahwa sesungguhnya dalam hidup kita masih banyak sekali kekurangan2 yang perlu kita benahi... Walau kita telah berusaha melakukan yang terbaik dengan niat yang tulus sekalipun... terkadang masih ada saja orang yang memberi penilaian buruk terhadap kita... Apalagi jika kita kurang berusaha dengan sungguh2...

Tahun 2011 akan segera berlalu....
Begitu banyak hal yang telah terjadi sepanjang tahun ini... 
Peristiwa demi peristiwa... Baik ataupun buruk...
Semua harus kita syukuri karena telah menjadi pelajaran yang berharga untuk bekal hidup kita di kemudian hari...

Begitu pula hubungan dengan sesama...
Mungkin tidak selamanya berjalan sesuai dengan harapan kita...
Ada kalanya kita mungkin dibohongi, dicurangi, diperlakukan tidak adil, diejek, dimanfaatkan atau disakiti orang lain... Semua itu adalah hal yang biasa dalam hidup ini...
Yang terpenting, bagaimana kita dapat belajar mengampuni orang-orang yang bersalah kepada kita dan membalas semua itu dengan berkat dan doa kita... Maka damai sejahtera akan semakin melimpah dalam hidup kita....
Jadi lepaskanlah pengampunan bagi mereka...
Dan jangan lupa untuk memaafkan diri sendiri...
Serta berjanjilah pada dirimu sendiri bahwa tahun depan...
Hidupmu akan lebih baik lagi... 
Karaktermu akan menjadi lebih baik... 
Ibadahmu akan lebih sungguh2... 
Dan hidupmu akan memberikan dampak positif bagi lingkungan di sekitarmu... 
Orang2 yang berada di dekatmu akan meniru gaya hidupmu yang positif dan mereka akan menjadi lebih baik karena engkau telah menjadi garam dan terang bagi mereka... 
Maka semua itu akan membawa kemuliaan bagi Nama Tuhan... 
Haleluyah... Terpujilah Tuhan Yesus...

Happy New Year 2012.

Sabtu, 24 Desember 2011

Merry Christmas


Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, 
sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, 
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, 
melainkan beroleh hidup yang kekal. Yohanes 3:16


Selamat Hari Natal 25 Desember 2011
Tuhan Yesus memberkati....



Jumat, 23 Desember 2011

Happy Mother's Day


Seorang Ibu tua... karena kedapatan membawa sebungkus obat dalam tas di bandara telah ditahan...
Beliau adalah seorang Taiwan. Tidak ada orang yang mengenalnya.


Di ruang imigrasi...

"Apa ini ?" tanya petugas Bandara.

Dia memberitahukan mereka bahwa ini adalah sebungkus obat cina. Dia datang ke sini untuk memasak obat sup ayam untuk memulihkan tubuh puterinya yang baru saja melahirkan. Mereka sudah beberapa tahun tidak bertemu.

Chai Ing Mei, 63 tahun. Pertama kali keluar negeri. Tidak mengerti bahasa Inggris. Tidak ada orang yang menemani. Seorang diri berkeliling 3 hari, 3 negara, 32.000 km jauhnya. Bagaimana ia sanggup melakukannya ? 

Inti cerita :


Karena kasih yang begitu besar kepada anaknya, seorang Ibu dengan penuh keberanian telah menerobos lingkungan yang tidak pernah dikenalnya. Ia mengadakan perjalanan keluar negeri untuk pertama kalinya demi menemui puterinya yang baru saja melahirkan. Ia tidak memahami bahasa Inggris sehingga tidak dapat berkomunikasi dengan baik. Itulah sebabnya ketika ia ditangkap dan ditahan di bagian Imigrasi, ia kesulitan untuk menjelaskan perihal obat yang dibawanya. Namun dengan kegigihannya, Ibu ini akhirnya berhasil menjelaskan maksud kedatangannya ke negara itu kepada salah seorang petugas yang mengerti bahasa Mandarin. Saat itulah, para petugas bandara mulai terharu menyadari akan kasih ibu ini kepada anaknya. 


Kisah ini mengingatkan kita bagaimana pengorbanan seorang Ibu yang melahirkan kita. Dengan keberanian mempertaruhkan nyawa demi melahirkan kita ke dunia. Dengan perjuangan yang tak kenal lelah membesarkan kita. Dengan semangat untuk selalu berusaha yang terbaik bagi kita semua.



Jumat, 02 Desember 2011

Apa itu Alkitab ?

Apa itu Alkitab ? Alkitab adalah Kitab Suci orang Kristen. Kita percaya bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan, karena di dalamnya kita membaca apa yang Tuhan kehendaki untuk kita yakini dan kita lakukan. Alkitab memang tidak turun dari langit melainkan ditulis oleh manusia  dari ilham Roh Kudus.




Banyak orang yang menganggap bahwa Alkitab hanyalah catatan sejarah dan tidak cocok untuk kehidupan modern saat ini sehingga tidak perlu dibaca. Bahkan ada pula yang meragukan akan kebenaran Alkitab dan menganggapnya sebagai dongeng belaka. Itu sebabnya sekalipun mereka adalah orang-orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, namun mereka tidak menganggap Alkitab itu penting untuk dibaca.

Sesungguhnya kebenaran Alkitab telah terbukti : 
  • Ratusan nubuat di dalam Alkitab telah digenapi.
  • Ketepatan sejarah yang tidak dapat disanggah dan telah diteguhkan oleh banyak penemuan arkeologi.
  • Ketepatan Ilmiah dalam banyaknya prinsip-prinsip ilmu pengetahuan modern yang dicatat sebagai fakta-fakta dalam Alkitab jauh sebelum para ilmuwan meneguhkannya secara eksperimen. Contohnya : Bulatan Bumi (Yesaya 40:22), Pentingnya darah dalam proses kehidupan (Imamat 17:11), Sirkulasi atmosfer (Pengkhotbah 1:6), dll. 
  • Sekalipun terdiri dari 66 kitab dan ditulis oleh 40 penulis atau lebih dalam rentang waktu 2000 tahun, namun Alkitab tetap merupakan satu Kitab yang tersusun rapi dan memiliki keterkaitan yang tidak dapat dijelaskan sebagai sesuatu yang bersifat kebetulan belaka atau yang dengan sengaja disusun demikian. 
  • Efek dari Alkitab dalam hal pengaruh yang diberikannya kepada orang-orang dari berbagai latar belakang yang berbeda menjadi BUKTI terakhir bahwa Alkitab itu BENAR adalah melalui kesaksian mereka yang sudah mempercayainya. Begitu banyak  orang sejak jaman dahulu hingga sekarang, yang berdasarkan pengalaman pribadinya telah menemukan bahwa janji-janji yang ada di dalam Kitab itu BENAR. Mereka telah mengalaminya dalam kehidupan nyata yang juga sekaligus menjadi bukti bahwa Alkitab bukan sekedar LOGOS tetapi juga RHEMA (Firman Tuhan yang hidup) yang sanggup mengubahkan kita.


Alkitab terbagi atas dua bagian besar, yakni Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Perjanjian Lama berisi kitab-kitab yang memuat karya dan janji Tuhan kepada dunia melalui umat Israel. Karya dan janji tersebut kemudian diperbarui dan digenapi melalui Yesus Kristus. Itulah yang tertulis di dalam kitab-kitab dan surat-surat dalam perjanjian Baru.

Alkitab menceritakan siapa itu Tuhan dan bagaimana Dia menciptakan, memelihara dan menyelamatkan dunia melalui Yesus Kristus. Di dalam Alkitab, kita juga dapat membaca kesaksian tentang Tuhan Yesus yang menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, melakukan mujizat-mujizat. Yesus juga mengajar, memberi teladan untuk berdoa, mengasihi, mengampuni, dll. Alkitab juga menceritakan bagaimana Roh Kudus bekerja menuntun dan menguatkan orang-orang yang percaya kepada Tuhan untuk tetap hidup taat dan setia kepada kehendak Tuhan. 

Alkitab juga berisi banyak nubuatan-nubuatan yang sebagian besar telah tergenapi. Ada nubuatan-nubuatan pada perjanjian lama yang kemudian digenapi dalam perjanjian baru. Salah satunya adalah tentang kelahiran Tuhan Yesus. Selain itu, Alkitab juga berisi perintah-perintah Tuhan, nasehat, pengajaran, pedoman, teguran, larangan, penghiburan, pengharapan dan janji-janji Tuhan. 

Di dalam Alkitab, juga dituliskan banyak peristiwa-peristiwa di masa lampau dan tokoh-tokoh dengan karakter mereka masing-masing. Secara jujur Alkitab memaparkan bagaimana kehidupan pada tokoh tanpa menutupi kekurangannya. Semuanya itu bertujuan agar kita dapat membedakan manakah yang patut kita teladani (yaitu yang baik dan benar) dan manakah yang tidak berkenan kepada Tuhan.


Jika kita mengaku bahwa kita mengenal Tuhan, tetapi kita tidak tahu apa yang Dia sukai, apa yang Dia tidak sukai, apa yang Dia ingin kita lakukan, dan apa yang Dia tidak ingin kita lakukan dan bagaimana cara-cara yang sesuai dengan kehendak Tuhan dalam menjalani kehidupan kita, maka hal itu berarti kita sama sekali tidak mengenal Tuhan. Untuk itu kita perlu membaca dan mempelajari Alkitab agar kita dapat mengetahui dengan pasti akan kehendakNya dan bukan hanya berdasarkan rekaan kita belaka atau hanya berdasarkan perkataan pemimpin agama yang adakalanya tidak bersumber dari kebenaran Firman Tuhan atau tidak alkitabiah. Di samping itu, jika kita tahu akan kebenaran-kebenaran FirmanNya, kita tidak akan mudah untuk disesatkan oleh nabi-nabi palsu dan ajaran-ajaran sesat yang kian marak di akhir zaman ini.

Maukah Saudara mulai membaca Alkitab setiap hari ? Jika ya, mulailah dari sekarang !!!
Berdoalah sebelum Saudara membaca Alkitab. Mintalah tuntunan Roh Kudus agar dapat memahami apa yang Saudara baca. Dan lakukanlah kebenaran FirmanNya dalam kehidupan Saudara. 

Rabu, 06 Januari 2010

What MONEY can buy ???

Money can buy a HOUSE but not a HOME ...

Money can buy FOOD but not APPETITE ...

Money can buy a BED but not SLEEP ...

Money can buy a CLOCK but not TIME ...

Money can buy a BOOK but not KNOWLEDGE ...

Money can buy COMPUTER but not BRAINS ...

Money can buy FINERY but not BEAUTY ...

Money can buy LUXURIES but not CULTURE ...

Money can buy a POSITION but not RESPECT ...

Money can buy MEDICINE but not HEALTH ...

Money can buy BLOOD but not LIFE ...

Money can buy AMUSEMENTS but not HAPPINESS ...

Money can buy INSURANCE but not SAFETY ...

Money can buy ACQUAINTANCE but not FRIENDS ...



MONEY IS NOT EVERYTHING ... !!!

WHAT MONEY CAN'T BUY, GOD CAN GIVE US FREE ...

Selasa, 05 Januari 2010

Menghasilkan Buah

Bacaan : Markus 4 : 3 – 20


Setiap orang percaya haruslah menghasilkan buah (Matius 3:8). Bahkan kita harus menghasilkan buah yang baik karena ternyata ada buah yang tidak baik seperti yang dituilskan dalam Matius 12:33.

"Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api." (Matius 3:10).
Kehidupan rohani kita seperti pohon yang tumbuh dari benih Firman Tuhan. Namun bacaan di atas, kita tahu bahwa tidak semua benih yang ditaburkan dapat bertumbuh dan menghasilkan banyak buah. Mengapa ? Karena tempat jatuhnya benih itu berbeda-beda. 

Tempat jatuhnya benih (Firman Tuhan)  yang ditaburkan ini sesungguhnya menggambarkan hati dan respon manusia terhadap Firman Tuhan.

Berikut ini adalah beberapa jenis tempat jatuhnya benih Firman :
  1. Pinggir jalan (Ay. 15) : menggambarkan orang yang kurang memperhatikan Firman Tuhan. Mungkin mereka hanya mendengar sepintas lalu atau mungkin pula mereka bersikap acuh tak acuh terhadap FirmanNya karena menganggap hal itu tidaklah penting bagi mereka. Jika respon terhadap Firman Tuhan seperti itu, maka orang tidak dapat mengerti akan Firman itu dan segera lupa karena dalam sekejap iblis akan mencuri benih Firman itu sehingga tidak dapat bertumbuh dalam kehidupannya. 
  2. Tanah yang berbatu-batu (Ay. 16-17) : benih tidak dapat berakar di tanah yang berbatu-batu yakni menggambarkan hati yang masih menyimpan dosa, hati yang keras, angkuh, egois dan pembenaran diri sendiri. Mereka mendengarkan Firman dan memahaminya tetapi saat Firman lebih mendalam dan mengusik batu-batu itu, mereka memilih untuk mempertahankan batu-batu itu dan tidak mau dibersihkan dari hati mereka. Sehingga saat mengalami proses dan penderitaan, mereka tidak dapat bertahan dan mudah murtad.
  3. Di tengah semak duri (Ay. 18-19) : benih tadinya tumbuh dan berakar, tetapi sayang ... mereka tidak dapat berbuah karena terhimpit semak duri yaitu kekuatiran dunia, tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lainnya. Ini berbicara tentang keinginan daging. 1 Yohanes 2:16 menyatakan bahwa keinginan daging itu berasal dari dunia. Selain itu, keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh (Galatia 5:16-26). Mungkin tipe ini adalah orang yang tadinya sudah mulai bertumbuh rohaninya, namun mereka memilih untuk hidup dalam kedagingan sehingga mereka tidak dapat menghasilkan buah.
  4. Tanah yang baik (Ay. 20) : adalah tanah yang tidak keras, tidak berbatu-batu, dan tidak bersemak duri. Ini melambangkan hati yang taat, bersih dari dosa dan akar-akar kepahitan, serta bebas dari cengkraman dan pengaruh duniawi. Jika benih Firman jatuh di tanah yang baik ini, maka akan berbuah banyak, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.


Cara kita merespon Firman Tuhan sangat menentukan pertumbuhan kerohanian kita untuk menghasilkan buah yang baik. Langkah yang perlu ditempuh adalah sbb :
  1. Memperhatikan Firman Tuhan yang kita dengar atau yang kita baca. 
  2. Menerima dengan sukacita sekalipun Firman itu menegur dan mengungkapkan dosa kita (Yakobus 1:21b). Kita harus percaya bahwa teguran adalah pertanda bahwa Allah mengasihi kita dan tidak ingin kita binasa dalam kesalahan kita. Melalui teguran, Allah masih memberi kesempatan bagi kita untuk berubah (Wahyu 3:19).
  3. Merelakan hati yang keras untuk dihancurkan oleh Firman (Yeremia 23:29) dan dibersihkan oleh Firman (Yohanes 15:2). Proses ini cukup menyakitkan tetapi bertujuan untuk membentuk karakter kita agar menjadi sama seperti Yesus. 
  4. Melakukan Firman Tuhan (Yakobus 1:22). Dengan terus melakukan firman Tuhan, kita akan mencapai kedewasaan rohani. Jadi kedewasaan rohani dinilai dari karakter yang semakin menyerupai Kristus. 
  5. Selalu mengoreksi diri seperti bercermin, misalnya dengan memeriksa hati, apakah ada dosa yang belum dibereskan?, apakah masih ada akar-akar kepahitan?, dll. Untuk mengoreksi diri dibutuhkan keberanian untuk jujur pada diri sendiri. Tetapi yang menjadi masalah, seringkali kita terlalu sibuk mengurusi kekurangan orang lain sehingga kita tidak dapat menyadari keburukan diri kita sendiri. Mari kita belajar melihat ke dalam diri kita sendiri agar kita tahu sejauh mana pertumbuhan rohani kita.  
Setiap kita mungkin belum sempurna, tetapi teruslah berusaha untuk menghasilkan buah bagi hormat dan kemuliaan Nama Tuhan Yesus Kristus. (MW)